Ketika Soekarno bermimpi menjadi Tuhan
Ketika Soeharto sibuk mengoleksi harta
Ketika Habibie tidak diakui kejeniusannya
Ketika Gus Dur semakin aneh
Ketika Megawati mengobral tangisannya
Ketika SBY pandai mengumbar senyum
Saat mereka lupa pada sang pencipta
Saat kebebasan mengalahkan logika
Saat setan dan iblis menjadi panutan
Saat agama hanya sebagai simbol
Saat ayat-ayat suci dianggap koleksi
Saat nabi-nabi disejajarkan dengan artis
Lihatlah air mata nyatanya sudah menjadi telaga
Lihatlah darah bermilyar galon membanjiri lautan
Lihatlah selongsong pelurumu jadi mainan anak-anak
Lihatlah rona muka kebencian pada wajah bayi-bayi ku
Lihatlah benih-benih yang takut dilahirkan
Lihatlah pengecut yang bersembunyi dibalik jas berkancing emas
Belum cukupkah bencana yang kita rasakan
Belum cukupkah nyawa yang terbang melayang
Belum cukupkah air mata yang kita siramkan
Belum cukupkah darah yang kita buang
Belum cukupkah nasehat yang diberikan
Belum cukupkah kerakusanmu
Maka banggalah pada dosa-dosa
Maka agungkanlah para pemimpin yang serakah
Maka nikmatilah kesengsaraan bangsa ini
Maka rasakanlah kepedihan hidup ini
Maka berlindunglah dalam buaian kaum kapitalis
Maka nantikanlah hari pembalasan yang abadi
Dan kita hanya bisa menangis
Dan kita hanya bisa bersedih
Dan kita hanya bisa mengeluh
Dan kita hanya bisa merintih
Dan kita hanya bisa kehilangan
Dan kita hanya bisa berdoa
Dan mereka masih tetap tertawa
Hua Ha Ha Ha Ha
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat datang kepada siapa saja dan 'apa saja' yang telah singgah atau cuma 'nyasar' di tempat ini. Hanyalah sedikit yang bisa dituangkan bagi yang sempat membaca. Sedikit yang bisa diberi untuk yang memerlukan. Dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sabtu, 14 Agustus 2010
Judulnya Dihati
Mendengung telingaku berjam-jam dalam kesepian
Kata-kata itu seperti desahan setan
Menyesal benakku merayapi rimba kegelisahan
Mengapa semua itu mesti kulakukan
Padahal sudah kubilang jangan pergi
Tetapi kaki kiri kanan tetap melangkah silih berganti
Hancur belulang di kikis belati
Remuk sudah hilang diterkam matahari
Desahan setan merobek gendang telingaku
Amarah meradang lukai dinding jantungku
Napasku tersengal udara malas menuju paru-paru
Luka bernanah lumuri sekujur tubuhku
Satu ketololan kulakukan lagi hari ini
Setelah kemarin ketololan yang sama terjadi
Harus berapa ketololan lagi yang aku cari
Agar semua ini selesai dan berhenti
Dan aku berharap....
Belajar dari ketololan membuat aku pintar
Hanya itu yang tersisa....
Belajar dari ketololan semoga membuat aku pintar
Suka tak suka... ini sudah terjadi
Suka tak suka... mudah-mudahan besok tak terjadi lagi
Suka tak suka... biarlah kusimpan sendiri
Suka tak suka... sebentar lagi kan juga mati
Kata-kata itu seperti desahan setan
Menyesal benakku merayapi rimba kegelisahan
Mengapa semua itu mesti kulakukan
Padahal sudah kubilang jangan pergi
Tetapi kaki kiri kanan tetap melangkah silih berganti
Hancur belulang di kikis belati
Remuk sudah hilang diterkam matahari
Desahan setan merobek gendang telingaku
Amarah meradang lukai dinding jantungku
Napasku tersengal udara malas menuju paru-paru
Luka bernanah lumuri sekujur tubuhku
Satu ketololan kulakukan lagi hari ini
Setelah kemarin ketololan yang sama terjadi
Harus berapa ketololan lagi yang aku cari
Agar semua ini selesai dan berhenti
Dan aku berharap....
Belajar dari ketololan membuat aku pintar
Hanya itu yang tersisa....
Belajar dari ketololan semoga membuat aku pintar
Suka tak suka... ini sudah terjadi
Suka tak suka... mudah-mudahan besok tak terjadi lagi
Suka tak suka... biarlah kusimpan sendiri
Suka tak suka... sebentar lagi kan juga mati
HUJAN
Sungguh goblok orang yg tak menghendaki kehadirannya
Ia mungkin tak memberikan kehangatan
Atau membawa oleh-oleh dari awan
Justru menikmati kibasan rambutnya
Dan menengadahi baunya
Sungguh memberikan kesegaran
Menyodorkan inspirasi kasih sayang
Mencipta alunan etnik, romantika
Ia mungkin tak memberikan kehangatan
Atau membawa oleh-oleh dari awan
Justru menikmati kibasan rambutnya
Dan menengadahi baunya
Sungguh memberikan kesegaran
Menyodorkan inspirasi kasih sayang
Mencipta alunan etnik, romantika
Ia adalah kristal yg mahal
Ia ibarat permata yg tak dijual
Ia ibarat permata yg tak dijual
Bila tampiasnya menampar wajahmu
Pasti pergi buruk sangkamu
Jadi kerdil harga matimu
Coba dengarkan rintiknya
Coba rasakan gerak-geriknya
Gemulainya dibatu-batu
Meliuknya dibatang-batang
Dicemburui semut rangrang
Bahkan wanitapun hilang
Pasti pergi buruk sangkamu
Jadi kerdil harga matimu
Coba dengarkan rintiknya
Coba rasakan gerak-geriknya
Gemulainya dibatu-batu
Meliuknya dibatang-batang
Dicemburui semut rangrang
Bahkan wanitapun hilang
Telah ditetapkan:
Kedatanganmu adalah anugerah
Kehadiranmu adalah gairah
Sungguh…..
Bukan air mata yg sia-sia
Kehadiranmu adalah gairah
Sungguh…..
Bukan air mata yg sia-sia
Sabtu, 07 Agustus 2010
Pilihan.
Hidup adalah pilihan
Baik dan buruk
Setiap kita akan bimbang
Antara keduanya
Setiap kita akan memilih
Kebaikan akan menemui kegelapan
keburukan pasti dihantui penerangan
Baik dan buruk
Setiap kita akan bimbang
Antara keduanya
Setiap kita akan memilih
Kebaikan akan menemui kegelapan
keburukan pasti dihantui penerangan
Pada prosesnya….
Bukan untuk menyalahkan hidup
Atau bahkan mencela Tuhan
Baik tanpa buruk,tidaklah nikmat
Buruk tanpa baik,bukanlah azab
Atau bahkan mencela Tuhan
Baik tanpa buruk,tidaklah nikmat
Buruk tanpa baik,bukanlah azab
Kuncinya syukur…
Perkara memilih kebaikan akhirnya susah,
Itulah hikmah,ujian,cobaan,pelajaran.
Itulah hikmah,ujian,cobaan,pelajaran.
Perkara memeilih kejahatan jalannya mudah,
Coba tanya hati,nurani,prinsip.
Cermin belumlah cukup…..
Siapa sangka?
Hidup lebih berat bila sekedar ilmu
Ilmu terasa berat jika termakan hidup
Tanpa hikmah, tanpa ibroh dan tanpa kasih sayang.
Hidup lebih berat bila sekedar ilmu
Ilmu terasa berat jika termakan hidup
Tanpa hikmah, tanpa ibroh dan tanpa kasih sayang.
Intinya doa,
ikhtiar
tawakal
dan istiqomah.
ikhtiar
tawakal
dan istiqomah.
Siapa yg bisa?
Sabtu, 31 Juli 2010
Takdirmu Jelas Bukan Takdirku
Bertemu kawan kawan lama yang dulu susah senang bersama banyak cerita. Dulu dijalanan sama-sama, makan nasi bungkus rame-rame, rokok sebatang disedot bersama-sama dan banyak lagi.
Setelah sekian lama dan bertemu lagi, banyak perubahan yang terjadi. Yang dulu hanya pakai Vespa tua sering mogok, kini sudah bawa Mobil. Yang dulu biasa naik angkot sekarang kemana-mana dianter sopir pribadi. Yang dulu bergaya dengan motor baru gress, sampai sekarang masih setia dengan motor yang sama. Yang dulu suka bercanda hobi ngelawak, kini lebih banyak diam seribu bahasa sebab sakit yang dideritanya. Yang dulu tampak kuper dan suka menyendiri, kini malah jadi orang terkenal. Yang dulunya ingin dianggap jagoan, kini malah jadi pemalu.
Banyak cerita yang ada, banyak perubahan yang terjadi. Mungkin semudah membalik telapak tangan, cepat sekali terjadi. Ya, kawan, kita nggak bakal tahu apa yang terjadi nanti. Kalau Allah SWT berkehendak kamu menjadi orang yang kaya raya, ya jadilah. Kalau Allah SWT berkehendak kamu jadi melarat, ya jadilah. Tetap bersyukur saja, terus berusaha pantang menyerah dan jalani hidup ini dengan baik, sebab besok pagi belum tentu kita masih diberi nafas. Takdirmu jelas bukan takdirku, nasibmu jelas bukan nasibku.
Setelah sekian lama dan bertemu lagi, banyak perubahan yang terjadi. Yang dulu hanya pakai Vespa tua sering mogok, kini sudah bawa Mobil. Yang dulu biasa naik angkot sekarang kemana-mana dianter sopir pribadi. Yang dulu bergaya dengan motor baru gress, sampai sekarang masih setia dengan motor yang sama. Yang dulu suka bercanda hobi ngelawak, kini lebih banyak diam seribu bahasa sebab sakit yang dideritanya. Yang dulu tampak kuper dan suka menyendiri, kini malah jadi orang terkenal. Yang dulunya ingin dianggap jagoan, kini malah jadi pemalu.
Banyak cerita yang ada, banyak perubahan yang terjadi. Mungkin semudah membalik telapak tangan, cepat sekali terjadi. Ya, kawan, kita nggak bakal tahu apa yang terjadi nanti. Kalau Allah SWT berkehendak kamu menjadi orang yang kaya raya, ya jadilah. Kalau Allah SWT berkehendak kamu jadi melarat, ya jadilah. Tetap bersyukur saja, terus berusaha pantang menyerah dan jalani hidup ini dengan baik, sebab besok pagi belum tentu kita masih diberi nafas. Takdirmu jelas bukan takdirku, nasibmu jelas bukan nasibku.
Jumat, 30 Juli 2010
Wakil Rakyat Masuk Rumah Sakit Jiwa
Tadi baca-baca detik.com nemu berita dengan judul yang menarik "Stres, Anggota DPRD Masuk RS Jiwa". Wah?. Wakil rakyat yang terhormat ini dirawat selama dua minggu di RSJ Menur Surabaya.
Wakil Rakyat ini yang dipilih oleh rakyat dan gajinya juga dibayari oleh rakyat ternyata statusnya adalah tersangka korupsi. Yang dikorupsi adalah dana pengadaan eskalator di Pasar Turi Surabaya. Kasus lama yang sampai sekarang juga ndak jelas endingnya.
Kalau coba gue inget-inget, kasus ini adalah sebagai berikut, pemerintah kota Surabaya memesan eskalator dengan spek tertentu, tapi yang datang dan dipasang ternyata speknya lain, jauh lebih rendah dari yang dibeli, dan sudah pasti harganya lebih murah. Tapi ternyata dana yang diminta adalah sebesar harga spek pertama yang dipesan. Lalu kemana selisih uang yang ada?.. nggak tau? Masuk kantong-kantong mereka sendiri mungkin. Padahal uang itu adalah uang rakyat lho.
Walaupun kasus ini belum ada kejelasan sampai sekarang (sudah berbulan2), yang pasti kalau maling ya tetap maling mau pejabat atau gembel. Dan nanti pasti dapet balesannya entah didunia ini atau di akherat. Balesan itu berupa apa saja, bisa jadi seperti kisah diatas. Berharap semua adalah peringatan agar dia dan yang lainnya sadar untuk semua tindakannya yang merugikan rakyat.
Dan satu pertanyaan usang, "masih beginikah kualitas wakil rakyat yang kita pilih?".
"Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur sambil ngentit duit rakyat...!"
Senin, 26 Juli 2010
Selamat Datang Ramadhan
Alhamdulillah,
Bulan yang ditunggu-tunggu itu datang lagi.
Alhamdulillah,
Insya Allah bila kita masih diberi umur, akan kembali bertemu dengan bulan yang penuh rahmat ini 2 minggu lagi
Carilah pahala sebanyak-banyaknya, sebab belum tentu kelak kita akan bertemu lagi dengan bulan penuh barokah ini....
Saya mohon maaf untuk semua kesalahan yang bagi kalian mungkin terasa disengaja atau yang lepas dari kesadaran saya. Mohon maaf untuk semua kawan disini baik yang belum pernah bertemu dengan saya sesungguhnya atau yang sering bertemu didunia nyata.
Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan yang suci ini dengan hati yang suci pula... Dan Insya Allah kita semua nanti kembali menjadi manusia yang berjiwa baru di hari kemenangan, bukan sekedar berbaju baru.
Doaku untuk negeri ini..
Semoga ALLAH SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahNYA kepada orang-orang yang selalu berjuang dijalanNYA.
Semoga ALLAH SWT menjauhkan adzab bagi negeri ini yang masih banyak manusianya yang lebih mendewakan secuil gemerlap dunia.
Semoga ALLAH SWT tidak melaknat tanah ini dimana tempat kaum-kaum yang lebih mementingkan kekuasaan manusia dibanding kekuasaanNYA.
Semoga ALLAH SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita yang berani menentang ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.
Semoga ALLAH SWT terus menunjukkan kekuasaanNYA agar menyadarkan dan membuka mata dan hati orang-orang di tanah ini yang masih menganggap setan adalah panutan yang keren dan modern.
Amiiin.
Bulan yang ditunggu-tunggu itu datang lagi.
Alhamdulillah,
Insya Allah bila kita masih diberi umur, akan kembali bertemu dengan bulan yang penuh rahmat ini 2 minggu lagi
Carilah pahala sebanyak-banyaknya, sebab belum tentu kelak kita akan bertemu lagi dengan bulan penuh barokah ini....
Saya mohon maaf untuk semua kesalahan yang bagi kalian mungkin terasa disengaja atau yang lepas dari kesadaran saya. Mohon maaf untuk semua kawan disini baik yang belum pernah bertemu dengan saya sesungguhnya atau yang sering bertemu didunia nyata.
Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan yang suci ini dengan hati yang suci pula... Dan Insya Allah kita semua nanti kembali menjadi manusia yang berjiwa baru di hari kemenangan, bukan sekedar berbaju baru.
Doaku untuk negeri ini..
Semoga ALLAH SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahNYA kepada orang-orang yang selalu berjuang dijalanNYA.
Semoga ALLAH SWT menjauhkan adzab bagi negeri ini yang masih banyak manusianya yang lebih mendewakan secuil gemerlap dunia.
Semoga ALLAH SWT tidak melaknat tanah ini dimana tempat kaum-kaum yang lebih mementingkan kekuasaan manusia dibanding kekuasaanNYA.
Semoga ALLAH SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita yang berani menentang ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.
Semoga ALLAH SWT terus menunjukkan kekuasaanNYA agar menyadarkan dan membuka mata dan hati orang-orang di tanah ini yang masih menganggap setan adalah panutan yang keren dan modern.
Amiiin.
Bunga
Sepanjang masa
Dimana tanah dijejak
Disitu kalian berpijak
Tidak hanya awal kelahiran
Juga meliputi akhir hidup
Sebab,
Bukan hanya mata
Tapi juga cinta, harapan dan kesedihan
Kuncupmu bagai balita tertawa
Mekarmu terlihat seperti dara-dara
Layumu pada kepala sang bijak
Menjadi selempang keharuan
Sekaligus kenangan abadi
Kalian bunga,
Sungguh hujan tak sudi reda
Tak pasrah matahari meninggal
Dan tak pernah bosan angin menggauli perawanmu
Biarlah musim jadi penentu
Merah
Hitam
Biru
Juga abu-abu
Dimana tanah dijejak
Disitu kalian berpijak
Tidak hanya awal kelahiran
Juga meliputi akhir hidup
Sebab,
Bukan hanya mata
Tapi juga cinta, harapan dan kesedihan
Kuncupmu bagai balita tertawa
Mekarmu terlihat seperti dara-dara
Layumu pada kepala sang bijak
Menjadi selempang keharuan
Sekaligus kenangan abadi
Kalian bunga,
Sungguh hujan tak sudi reda
Tak pasrah matahari meninggal
Dan tak pernah bosan angin menggauli perawanmu
Biarlah musim jadi penentu
Merah
Hitam
Biru
Juga abu-abu
Kamis, 22 Juli 2010
Memuakan, Namun tak bisa Aku muntahkan.
Bulan-bulan terakhir diisi dengan sejuta kegelisahan. Pikiranku berputar kesana kemari terbuai dalam kebimbangan yang tak berujung. Hari-hari begitu sepi tak tau harus berbuat apa. Aku cukup berdiam didepan layar redup yang tak jelas maknanya. Kawan datang dan pergi silih berganti sesekali menemani malam-malam yang tak lagi dingin. Aaah... mengeluh sering singgah dan merobek lamunanku.
Siapa sahabat siapa musuh sudah tak kutemukan perbedaannya. Dimana kalian disaat aku terpuruk tak berdaya. Kenapa kau datang hanya disaat aku dipuncak kebahagiaan. Sahabatku ternyata hanya tinggal tulisan sedih yang melelehkan air mata di pelataran berdebu.
Aku merasa hanya rangkaian huruf berbentuk nama di belantara buas kesombongan. Aku merasa tak mendapat sesuatu sebagai pedoman jalan gelap kegelisahan ini. Aku tak tau harus memilih jalan yang mana saat dipersimpangan. Dan sekitarku tak ada yang peduli semua sibuk dengan kepalsuan yang terus memberontak.
Yang saat ini tersisa hanyalah bayangan raksasa itu dibelakangku. Dia selalu mengikuti kemanapun aku berada. Menjemukan, membosankan... tapi aku tak bisa melepaskan. Namun semua telah terjadi. Bayangan itu telah menyatu dan terus menghantui hari-hariku. Memuakkan, namun tak bisa aku muntahkan....
Siapa sahabat siapa musuh sudah tak kutemukan perbedaannya. Dimana kalian disaat aku terpuruk tak berdaya. Kenapa kau datang hanya disaat aku dipuncak kebahagiaan. Sahabatku ternyata hanya tinggal tulisan sedih yang melelehkan air mata di pelataran berdebu.
Aku merasa hanya rangkaian huruf berbentuk nama di belantara buas kesombongan. Aku merasa tak mendapat sesuatu sebagai pedoman jalan gelap kegelisahan ini. Aku tak tau harus memilih jalan yang mana saat dipersimpangan. Dan sekitarku tak ada yang peduli semua sibuk dengan kepalsuan yang terus memberontak.
Yang saat ini tersisa hanyalah bayangan raksasa itu dibelakangku. Dia selalu mengikuti kemanapun aku berada. Menjemukan, membosankan... tapi aku tak bisa melepaskan. Namun semua telah terjadi. Bayangan itu telah menyatu dan terus menghantui hari-hariku. Memuakkan, namun tak bisa aku muntahkan....
Selasa, 13 Juli 2010
Jika Aku Mati Esok Hari
Mengapa kita disini?
Mengapa harus disini?
Kemana kita pergi setelah mati?
Ada apa disana nanti?
Sebagian percaya dan yakin
Sebagian menganggap itu mimpi
Kata mereka hidup begitu singkat
Kata mereka hidup juga terlalu panjang
Kita cuma dapat satu kesempatan
Yang lain merasa mendapat lebih banyak
Aku percaya pada satu berita
Mereka percaya pada banyak cerita
Jika aku mati esok hari
Aku tak tahu apa yang terjadi
Tapi aku selalu percaya pada berita
Hari hariku berusaha tetap berguna
Untuk kamu dan siapa saja
Termasuk untuk yang menjual kehidupan
Mengapa harus takut mati?
Jika itu pasti datang menghampiri
Lebih baik mengumpulkan bekal yang tersisa
Daripada mencaci apa yang terbaca
Dan mengotori kaki dengan dusta
Yang hanya memberatkan langkah-langkah
Mungkin aku tak tahu jawabannya
Mungkin aku tak mengerti kenapa
Aku tak pernah bisa membuktikan
Sebab ku tak pernah mati sebelumnya
Sebab yang mati juga tak pernah cerita
Namun perlahan dan pasti aku menghampirinya
Jika aku mati esok hari
Aku tetap tak tahu apa yang terjadi
Tapi aku selalu percaya pada berita
Kematian adalah kehidupan sesungguhnya
Untuk kamu dan siapa saja
Termasuk yang menjual kehidupan
Yang menangis didepan jenasahku
Yang bersedih didepan jasadku
Yang tertawa diatas kuburku
Yang berpesta untuk kematianku
Jika aku mati esok hari
Jika kita mati esok hari
Mungkinkah disana kita berjumpa?
Sekedar bercanda atau mencaci lagi
Atau menyesali apa yang terjadi
Aku tak pernah tahu, kamu tak pernah tahu
Sabtu, 03 Juli 2010
Negeriku, Negeri Para Penipu
Andaikata subsidi BBM dicabut dan anggarannya dibuat untuk memperbaiki transportasi umum, tentu kalau kita mau beli kendaraan pribadi akan berpikir panjang.
Kenyataannya, transportasi umum disini masih sangat menyedihkan. Sehingga lebih baik punya mobil atau motor pribadi untuk bepergian selain untuk gengsi. Dan setinggi apapun harga kendaraan bermotor, nyatanya masih saja laku sebab memang dibutuhkan.
Andaikata anggaran subsidi BBM dibuat untuk pendidikan dan kesehatan gratis, tentu rakyat Indonesia tidak bodoh-bodoh dan sehat berpikir.
Kenyataannya biaya sekolah dan berobat disini setinggi langit. Sehingga yang boleh pintar dan sehat badannya hanya famili orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi, atau yang punya peluang untuk ngentit duit. Supaya kalau sudah pintar dan kesehatannya terjaga, mereka bisa meneruskan ilmu korup yang diturunkan orang tuanya.
Andaikata subsidi BBM dialihkan untuk menurunkan harga bahan pokok, tentu tidak ada yang berteriak di jalan-jalan berebut sepiring nasi dan sambal.
Kenyataannya harga beras masih mahal, minyak goreng juga mahal, padahal tanah ini subur untuk ditanami padi maupun kelapa sawit. Sehingga lebih baik jadi maling daripada ndak bisa makan. Atau meramaikan setiap perempatan jalan untuk memantapkan profesi sebagai pengemis profesional.
Andaikata tambang-tambang yang ada di bumi pertiwi ini dikuasai dan dikelola oleh bangsa ini, tentu kita semua akan senang dan tidak ada amarah didalam dada.
Kenyataannya sebagian besar tambang yang diberikan Tuhan pada bangsa ini, diberikan cuma-cuma pada bangsa asing untuk dikelola dan dikeruk habis-habisan. Kita cuma sekedar jadi jongos atau satpam mereka yang digaji bulanan jauh dari keuntungan yang didapat. Bukankah pada saat harga minyak dunia naik, semestinya bangsa ini untung besar sebab kita juga punya minyak. Dan lucunya, kita masih saja bangga mengemis hutang pada bangsa yang menginjak-injak tanah ini.
Andaikata para pemimpin tidak mudah mengumbar janji dan senyumnya, tentu mereka sudah dielu-elukan dan disanjung setinggi bintang oleh rakyatnya.
Kenyatannya sekarang foto mereka dicoret-coret dan dibakar di jalanan. Bukti bahwa kebijakan pemimpin ini semakin meresahkan, dan apakah kebijakan yang mereka terapkan hanya untuk kepentingan kantongnya saja?. Dan apakah ini semakin menguatkan anggapan kita bahwa mereka semua adalah kumpulan penipu?.
Negriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negriku... 'Ngeriku'
(Iwan Fals - Ngeriku - 2004)
Dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas dicabutnya subsidi BBM adalah ladang baru untuk korupsi. Lihat saja, banyak orang kaya baru di negeri para penipu ini. Sebuah tindakan yang aneh. Memberi ikan pada orang kelaparan, bukan memberi pancing agar bisa cari makan seterusnya. Kadang kita tidak memahami jalan pikiran pengelola negeri ini yang semakin lama semakin aneh.
Kenyataannya, transportasi umum disini masih sangat menyedihkan. Sehingga lebih baik punya mobil atau motor pribadi untuk bepergian selain untuk gengsi. Dan setinggi apapun harga kendaraan bermotor, nyatanya masih saja laku sebab memang dibutuhkan.
Andaikata anggaran subsidi BBM dibuat untuk pendidikan dan kesehatan gratis, tentu rakyat Indonesia tidak bodoh-bodoh dan sehat berpikir.
Kenyataannya biaya sekolah dan berobat disini setinggi langit. Sehingga yang boleh pintar dan sehat badannya hanya famili orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi, atau yang punya peluang untuk ngentit duit. Supaya kalau sudah pintar dan kesehatannya terjaga, mereka bisa meneruskan ilmu korup yang diturunkan orang tuanya.
Andaikata subsidi BBM dialihkan untuk menurunkan harga bahan pokok, tentu tidak ada yang berteriak di jalan-jalan berebut sepiring nasi dan sambal.
Kenyataannya harga beras masih mahal, minyak goreng juga mahal, padahal tanah ini subur untuk ditanami padi maupun kelapa sawit. Sehingga lebih baik jadi maling daripada ndak bisa makan. Atau meramaikan setiap perempatan jalan untuk memantapkan profesi sebagai pengemis profesional.
Andaikata tambang-tambang yang ada di bumi pertiwi ini dikuasai dan dikelola oleh bangsa ini, tentu kita semua akan senang dan tidak ada amarah didalam dada.
Kenyataannya sebagian besar tambang yang diberikan Tuhan pada bangsa ini, diberikan cuma-cuma pada bangsa asing untuk dikelola dan dikeruk habis-habisan. Kita cuma sekedar jadi jongos atau satpam mereka yang digaji bulanan jauh dari keuntungan yang didapat. Bukankah pada saat harga minyak dunia naik, semestinya bangsa ini untung besar sebab kita juga punya minyak. Dan lucunya, kita masih saja bangga mengemis hutang pada bangsa yang menginjak-injak tanah ini.
Andaikata para pemimpin tidak mudah mengumbar janji dan senyumnya, tentu mereka sudah dielu-elukan dan disanjung setinggi bintang oleh rakyatnya.
Kenyatannya sekarang foto mereka dicoret-coret dan dibakar di jalanan. Bukti bahwa kebijakan pemimpin ini semakin meresahkan, dan apakah kebijakan yang mereka terapkan hanya untuk kepentingan kantongnya saja?. Dan apakah ini semakin menguatkan anggapan kita bahwa mereka semua adalah kumpulan penipu?.
Negriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negriku... 'Ngeriku'
(Iwan Fals - Ngeriku - 2004)
Dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas dicabutnya subsidi BBM adalah ladang baru untuk korupsi. Lihat saja, banyak orang kaya baru di negeri para penipu ini. Sebuah tindakan yang aneh. Memberi ikan pada orang kelaparan, bukan memberi pancing agar bisa cari makan seterusnya. Kadang kita tidak memahami jalan pikiran pengelola negeri ini yang semakin lama semakin aneh.
Rabu, 30 Juni 2010
Hidup Dengan Misteri
Bulan bulan terakhir ini kita semua disibukkan dengan berbagai peristiwa yang menarik. Menariknya karena di blow up oleh media. Andai tidak dibesar-besarkan, mungkin tidak ada yang peduli dengan yang terjadi.
Mulai pembunuhan oleh seorang pemuda gay dari desa yang menggemparkan. Melakukan mutilasi pada korbannya dan dimasukkan kedalam kopor pakaian. Lalu ditemukan banyak mayat yang dikubur dihalaman rumahnya. Bersambung dengan seorang istri yang membunuh dan memotong-motong mayat suaminya. Yah, rupanya harga pisau semakin murah.
Perlahan berita itu terkikis dengan berita yang bagi sebagian mungkin tak kalah ramainya, UU Pornografi. Ada yang menolak dan ada yang mendukung. Kemudian sebagian membangkang dan mengancam ini dan itu. Debat dimana mana, tapi tetap saja menghasilkan kesimpulan yang mengambang atau diambangkan. Yang pasti UU itu sudah di sahkan. Ya, kita lihat saja nanti apakah akan efektif. Atau harus menunggu ribuan orang ml bersamaan di trotoar jalan, baru UU ini terasa taringnya.
Kemudian tentang seorang lelaki yang menikah resmi dan sah dengan perempuan berusia sekolah. Masalah ini dibuat ramai hingga menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Sayangnya yang kumpul kebo, berzina, oleh sebagian orang malah dianggap lumrah, keren dan modern.
Tak lama kemudian hari-hari kita dipenuhi dengan nama Obama. Seorang keturunan kulit hitam yang berhasil terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Lelaki yang pernah menghirup udara Indonesia pada masa kecilnya untuk sekian tahun, cukup membuat ramai koran dan televisi lokal. Dan semua ikut berbicara, merasa lebih mengenal Obama yang menjadi teman mainnya dahulu. Sampai mantan pengasuhnya di Indonesia bisa masuk TV. Mungkin besok ketua RT nya dulu juga ikut masuk TV.
Apapun yang kita saksikan setiap hari, masuk kedalam rongga kepala kita, meresap kedalam saraf-saraf otak kita, tersimpan dalam memori kita untuk sekian lama. Semua ini terjadi karena media mengangkat topik yang sama. Menancapkan opini ke dada kita semua. Sayangnya topik yang diangkat hanya itu itu saja, yang dianggap menarik penonton dan dibuat untuk menimbulkan kontroversi dan jadi ramai. Lalu menyudutkan satu orang atau kelompok tertentu hanya untuk membuat heboh pemberitaan. Mengapa tidak mengangkat topik tentang pembantaian ribuan wanita dan anak anak di Palestina yang wilayahnya dicaplok oleh zionis yahudi. Atau mengapa yang dikolong kolong jembatan tidak difasilitasi negara untuk mendapat kehidupan yang layak. Faktanya sekarang pemimpin negara ini sibuk mencari muka untuk pemilu nanti. Dan penguasa media lebih mementingkan uang dari pemasang iklan untuk berita yang menguntungkan. Atau tekanan dari pihak tertentu yang selalu berupaya membodohi kita semua.
Begitu bingungnya manusia menghadapi persoalan yang ada. Saking bingungnya hingga tak bisa lagi membedakan kenyataan dan ilusi, susah membedakan fakta dan propaganda. Sebagian menelan mentah mentah omongan media, sebagian membantah ocehan media. Mereka bingung beneran, atau memang sengaja dibuat bingung. Dan yang punya kepentingan dibalik ini semua mungkin sekarang sedang tertawa sambil ongkang ongkang kaki.
Aku berandai-andai saja. Misalnya seluruh manusia yang masih hidup di dunia ini mati bersamaan, lalu mereka bisa melihat apa yang terjadi di alam kubur, apa yang terjadi di hari pembalasan, bagaimana Surga dan Neraka, dan semua itu seperti yang dijanjikan Allah SWT yang tertulis jelas di Al Quran. Kemudian diberi kesempatan hidup lagi di dunia. Tentu…
Mulai pembunuhan oleh seorang pemuda gay dari desa yang menggemparkan. Melakukan mutilasi pada korbannya dan dimasukkan kedalam kopor pakaian. Lalu ditemukan banyak mayat yang dikubur dihalaman rumahnya. Bersambung dengan seorang istri yang membunuh dan memotong-motong mayat suaminya. Yah, rupanya harga pisau semakin murah.
Perlahan berita itu terkikis dengan berita yang bagi sebagian mungkin tak kalah ramainya, UU Pornografi. Ada yang menolak dan ada yang mendukung. Kemudian sebagian membangkang dan mengancam ini dan itu. Debat dimana mana, tapi tetap saja menghasilkan kesimpulan yang mengambang atau diambangkan. Yang pasti UU itu sudah di sahkan. Ya, kita lihat saja nanti apakah akan efektif. Atau harus menunggu ribuan orang ml bersamaan di trotoar jalan, baru UU ini terasa taringnya.
Kemudian tentang seorang lelaki yang menikah resmi dan sah dengan perempuan berusia sekolah. Masalah ini dibuat ramai hingga menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Sayangnya yang kumpul kebo, berzina, oleh sebagian orang malah dianggap lumrah, keren dan modern.
Tak lama kemudian hari-hari kita dipenuhi dengan nama Obama. Seorang keturunan kulit hitam yang berhasil terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Lelaki yang pernah menghirup udara Indonesia pada masa kecilnya untuk sekian tahun, cukup membuat ramai koran dan televisi lokal. Dan semua ikut berbicara, merasa lebih mengenal Obama yang menjadi teman mainnya dahulu. Sampai mantan pengasuhnya di Indonesia bisa masuk TV. Mungkin besok ketua RT nya dulu juga ikut masuk TV.
Apapun yang kita saksikan setiap hari, masuk kedalam rongga kepala kita, meresap kedalam saraf-saraf otak kita, tersimpan dalam memori kita untuk sekian lama. Semua ini terjadi karena media mengangkat topik yang sama. Menancapkan opini ke dada kita semua. Sayangnya topik yang diangkat hanya itu itu saja, yang dianggap menarik penonton dan dibuat untuk menimbulkan kontroversi dan jadi ramai. Lalu menyudutkan satu orang atau kelompok tertentu hanya untuk membuat heboh pemberitaan. Mengapa tidak mengangkat topik tentang pembantaian ribuan wanita dan anak anak di Palestina yang wilayahnya dicaplok oleh zionis yahudi. Atau mengapa yang dikolong kolong jembatan tidak difasilitasi negara untuk mendapat kehidupan yang layak. Faktanya sekarang pemimpin negara ini sibuk mencari muka untuk pemilu nanti. Dan penguasa media lebih mementingkan uang dari pemasang iklan untuk berita yang menguntungkan. Atau tekanan dari pihak tertentu yang selalu berupaya membodohi kita semua.
Begitu bingungnya manusia menghadapi persoalan yang ada. Saking bingungnya hingga tak bisa lagi membedakan kenyataan dan ilusi, susah membedakan fakta dan propaganda. Sebagian menelan mentah mentah omongan media, sebagian membantah ocehan media. Mereka bingung beneran, atau memang sengaja dibuat bingung. Dan yang punya kepentingan dibalik ini semua mungkin sekarang sedang tertawa sambil ongkang ongkang kaki.
Aku berandai-andai saja. Misalnya seluruh manusia yang masih hidup di dunia ini mati bersamaan, lalu mereka bisa melihat apa yang terjadi di alam kubur, apa yang terjadi di hari pembalasan, bagaimana Surga dan Neraka, dan semua itu seperti yang dijanjikan Allah SWT yang tertulis jelas di Al Quran. Kemudian diberi kesempatan hidup lagi di dunia. Tentu…
Minggu, 06 Juni 2010
Syukurin Lo!
Almarhum adik dari Nenek gue (buset susah banget ya nyebutnya ☺) punya line yang lucu kalo ada orang mengeluh ke dia.
Misalnya ada yang ngeluh:
“Aduh pusing banget kepalaku…”
Dia pasti akan menjawab:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kepala…”
Agak nyebelin emang.
Namanya juga orang berkeluh kesah, tentu tujuannya either pengen didengerin atau diberi empati-- bagus-bagus kalo dikasihnya solusi.
Bayangin kan kalo lo abis nabrakin motor lo.
Terus lo digituin:
“Beruntung, berarti kamu masih punya motor”
Tapi jangan salah.
Sebenernya maksud beliau cukup simpel kok.
Filosofi orang Kampung, yang selalu “untung”.
“shit happens di kehidupan. Tapi jangan lupa bersyukur”
Coba bayangin itu dilontarkan pas elo lagi ngedumel soal makanan kurang enak yang lo makan.
Yap.
Kadang itu yang terjadi di kehidupan sehari-hari kita.
Padahal masih banyak orang di sekitar kita yang gak seberuntung kita bisa makan 3x sehari.
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya Syamsul Nursalim, Artalitha Suryani, Untung Udji Santoso, Urip Tri Gunawan, dan Wisnu Subrata di kasus penyuapan jaksa?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri karena punya seorang selebriti mutilator bernama Ryan?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya ketua PSSI yang terpidana, gak mau turun dan bikin PSSI mau dibekuin FIFA, dan nekat bikin Liga Super Indonesia yang memang makin SUPER amburadulnya?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya pimpinan negara yang gampang bimbang kalo suruh ngambil keputusan sulit kayak kasus Ahmadiyah atau kasus Bank Century?
Mungkin memang buat kita yang bodoh ini lebih gampang mensyukuri hal-hal yang jelas-jelas positif. Tapi paling tidak gue mulai belajar untuk bisa mensyukuri kejadian yang kurang menyenangkan.
Contohnya, saat gue mengeluh gak sempet2 nulis di blog sampe hampir 1 bulan.
Dan seseorang bilang:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kesibukan lain”
Misalnya ada yang ngeluh:
“Aduh pusing banget kepalaku…”
Dia pasti akan menjawab:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kepala…”
Agak nyebelin emang.
Namanya juga orang berkeluh kesah, tentu tujuannya either pengen didengerin atau diberi empati-- bagus-bagus kalo dikasihnya solusi.
Bayangin kan kalo lo abis nabrakin motor lo.
Terus lo digituin:
“Beruntung, berarti kamu masih punya motor”
Tapi jangan salah.
Sebenernya maksud beliau cukup simpel kok.
Filosofi orang Kampung, yang selalu “untung”.
“shit happens di kehidupan. Tapi jangan lupa bersyukur”
Coba bayangin itu dilontarkan pas elo lagi ngedumel soal makanan kurang enak yang lo makan.
Yap.
Kadang itu yang terjadi di kehidupan sehari-hari kita.
Padahal masih banyak orang di sekitar kita yang gak seberuntung kita bisa makan 3x sehari.
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya Syamsul Nursalim, Artalitha Suryani, Untung Udji Santoso, Urip Tri Gunawan, dan Wisnu Subrata di kasus penyuapan jaksa?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri karena punya seorang selebriti mutilator bernama Ryan?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya ketua PSSI yang terpidana, gak mau turun dan bikin PSSI mau dibekuin FIFA, dan nekat bikin Liga Super Indonesia yang memang makin SUPER amburadulnya?
Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya pimpinan negara yang gampang bimbang kalo suruh ngambil keputusan sulit kayak kasus Ahmadiyah atau kasus Bank Century?
Mungkin memang buat kita yang bodoh ini lebih gampang mensyukuri hal-hal yang jelas-jelas positif. Tapi paling tidak gue mulai belajar untuk bisa mensyukuri kejadian yang kurang menyenangkan.
Contohnya, saat gue mengeluh gak sempet2 nulis di blog sampe hampir 1 bulan.
Dan seseorang bilang:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kesibukan lain”
Sabtu, 15 Mei 2010
METAMORPHED (selamat tahun baru yang tak pernah terlambat )
Angka di kalendar itu terasa berdetik bak jam dinding.
Sesaat nafasku sesak menyadari waktuku tinggal sedikit.
Hhhhhhh…..
Pandanganku menerawang,
Entah mencoba dengan sia-sia melihat ke masa depan,
atau sekadar menonton tayangan yang telah lalu di benak sendiri.
Seorang manusia, setiap hari selalu mengambil langkah, coba mencapai tujuannya
meskipun tak pernah tahu apakah akan sampai atau tidak
Dimulai dari langkah pertama yang ia ambil
manusia tak akan pernah berhenti coba mencapai tujuannya.
Padahal kita tahu, satu-satunya yang pasti di langkah manusia adalah ketidakpastian.
Oleh karena itulah manusia memiliki harapan.
Sebuah abstraksi yang diciptakan sendiri demi mempertahankan ayunan langkah.
Yang selalu diinginkan untuk lebih baik dibanding yang sebelumnya.
Mungkin itu sebabnya setiap manusia mengambil momen-momen tertentu untuk menggantungkannya.
Momen seperti tahun baru.
Kebanyakan orang menggantungkannya di tgl 1 Januari.
Saudara-saudara kita yang keturunan Cina di tgl,14 February.
Saudara-saudara kita beragama Islam di tgl.7 Desember.
Terserah.
Setiap orang punya kebebasan memilih momennya.
Termasuk diriku.
Kebetulan saja aku memilih tanggal 16 Mei 2010, sebagai tahun baruku.
Sebagai momen untuk menggantung harapan setinggi langit,
yang akan menerangi langkahku beberapa waktu ke depan
yang akan mengiringiku demi mencoba mencapai tujuan
yang semoga menjadi lebih baik daripada sekarang.
Selamat tahun baru teman-teman.
Have a nice METAMORPH
Tolong doakan aku semoga ber-METAMORPHOSHEQUE…
Sesaat nafasku sesak menyadari waktuku tinggal sedikit.
Hhhhhhh…..
Pandanganku menerawang,
Entah mencoba dengan sia-sia melihat ke masa depan,
atau sekadar menonton tayangan yang telah lalu di benak sendiri.
Seorang manusia, setiap hari selalu mengambil langkah, coba mencapai tujuannya
meskipun tak pernah tahu apakah akan sampai atau tidak
Dimulai dari langkah pertama yang ia ambil
manusia tak akan pernah berhenti coba mencapai tujuannya.
Padahal kita tahu, satu-satunya yang pasti di langkah manusia adalah ketidakpastian.
Oleh karena itulah manusia memiliki harapan.
Sebuah abstraksi yang diciptakan sendiri demi mempertahankan ayunan langkah.
Yang selalu diinginkan untuk lebih baik dibanding yang sebelumnya.
Mungkin itu sebabnya setiap manusia mengambil momen-momen tertentu untuk menggantungkannya.
Momen seperti tahun baru.
Kebanyakan orang menggantungkannya di tgl 1 Januari.
Saudara-saudara kita yang keturunan Cina di tgl,14 February.
Saudara-saudara kita beragama Islam di tgl.7 Desember.
Terserah.
Setiap orang punya kebebasan memilih momennya.
Termasuk diriku.
Kebetulan saja aku memilih tanggal 16 Mei 2010, sebagai tahun baruku.
Sebagai momen untuk menggantung harapan setinggi langit,
yang akan menerangi langkahku beberapa waktu ke depan
yang akan mengiringiku demi mencoba mencapai tujuan
yang semoga menjadi lebih baik daripada sekarang.
Selamat tahun baru teman-teman.
Have a nice METAMORPH
Tolong doakan aku semoga ber-METAMORPHOSHEQUE…
Senin, 03 Mei 2010
Hipnotis
Ngeliat Uya Kuya dan Romi Rafael ngehipnotis orang
dan nyuruh orang itu berbuat tolol
miris banget rasanya
kok ya tega-teganya bikin acara TV kayak begitu
ngggoblok-goblokin dan jadiin bahan ketawaan seindonesia
ngeraup untung dari kemaluan orang lain
Yang lebih miris lagi adalah saat menyadari
kayak begitulah tololnya kita saat dihipnotis
Gak perlu seorang Uya Kuya dan Romi Rafael
cukup selembar Bung Karno dan Hatta
atau sehelai WR Soepratman
kadang kita bisa-bisanya dihipnotis
Persis plek ketiplek
kita dipermalukan
dianggep gak punya moral
gak punya martabat
jual diri
kayak pelacur mahakam
kayak Evie Juling sang urban legend 80-an
Dan sebentar lagi kita bakal menuai
hasil hipnotis baru
tanpa Romi Rafael
tanpa Uya Kuya
tanpa Soekarno-Hatta
tanpa W.R. Soepratman
Cukup seuntai senyuman jendral
Layaknya senyuman jendral di awal 60-an
yang nggotong kita ke swasembada palsu
ke masa kebebasan yang bertanggung jawab
(siape yang bebas, siape yang tanggung jawab??)
ke dalem ekonomi kekeluargaan
(keluarga siapeee!!??? >-< )
ke dalem era warna dunia hijau - kuning
(dunia hitam kaleeeeeeeeee!!)
ke saat harga-harga DISESUAIKAN
(dinaikin, goblokkkkkkkk!!!!)
selama 3 dasawarsa
Kisah hitam yang terlupakan
kisah klasik yang meromantis lagi
kisah hipnotis yang tersamarkan
dan itu semua pilihanmu
duhai bangsa pemaaf
Selamat datang hipnotis baru...
dan nyuruh orang itu berbuat tolol
miris banget rasanya
kok ya tega-teganya bikin acara TV kayak begitu
ngggoblok-goblokin dan jadiin bahan ketawaan seindonesia
ngeraup untung dari kemaluan orang lain
Yang lebih miris lagi adalah saat menyadari
kayak begitulah tololnya kita saat dihipnotis
Gak perlu seorang Uya Kuya dan Romi Rafael
cukup selembar Bung Karno dan Hatta
atau sehelai WR Soepratman
kadang kita bisa-bisanya dihipnotis
Persis plek ketiplek
kita dipermalukan
dianggep gak punya moral
gak punya martabat
jual diri
kayak pelacur mahakam
kayak Evie Juling sang urban legend 80-an
Dan sebentar lagi kita bakal menuai
hasil hipnotis baru
tanpa Romi Rafael
tanpa Uya Kuya
tanpa Soekarno-Hatta
tanpa W.R. Soepratman
Cukup seuntai senyuman jendral
Layaknya senyuman jendral di awal 60-an
yang nggotong kita ke swasembada palsu
ke masa kebebasan yang bertanggung jawab
(siape yang bebas, siape yang tanggung jawab??)
ke dalem ekonomi kekeluargaan
(keluarga siapeee!!??? >-< )
ke dalem era warna dunia hijau - kuning
(dunia hitam kaleeeeeeeeee!!)
ke saat harga-harga DISESUAIKAN
(dinaikin, goblokkkkkkkk!!!!)
selama 3 dasawarsa
Kisah hitam yang terlupakan
kisah klasik yang meromantis lagi
kisah hipnotis yang tersamarkan
dan itu semua pilihanmu
duhai bangsa pemaaf
Selamat datang hipnotis baru...
Langganan:
Postingan (Atom)