Tadi baca-baca detik.com nemu berita dengan judul yang menarik "Stres, Anggota DPRD Masuk RS Jiwa". Wah?. Wakil rakyat yang terhormat ini dirawat selama dua minggu di RSJ Menur Surabaya.
Wakil Rakyat ini yang dipilih oleh rakyat dan gajinya juga dibayari oleh rakyat ternyata statusnya adalah tersangka korupsi. Yang dikorupsi adalah dana pengadaan eskalator di Pasar Turi Surabaya. Kasus lama yang sampai sekarang juga ndak jelas endingnya.
Kalau coba gue inget-inget, kasus ini adalah sebagai berikut, pemerintah kota Surabaya memesan eskalator dengan spek tertentu, tapi yang datang dan dipasang ternyata speknya lain, jauh lebih rendah dari yang dibeli, dan sudah pasti harganya lebih murah. Tapi ternyata dana yang diminta adalah sebesar harga spek pertama yang dipesan. Lalu kemana selisih uang yang ada?.. nggak tau? Masuk kantong-kantong mereka sendiri mungkin. Padahal uang itu adalah uang rakyat lho.
Walaupun kasus ini belum ada kejelasan sampai sekarang (sudah berbulan2), yang pasti kalau maling ya tetap maling mau pejabat atau gembel. Dan nanti pasti dapet balesannya entah didunia ini atau di akherat. Balesan itu berupa apa saja, bisa jadi seperti kisah diatas. Berharap semua adalah peringatan agar dia dan yang lainnya sadar untuk semua tindakannya yang merugikan rakyat.
Dan satu pertanyaan usang, "masih beginikah kualitas wakil rakyat yang kita pilih?".
"Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur sambil ngentit duit rakyat...!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar