Andaikata subsidi BBM dicabut dan anggarannya dibuat untuk memperbaiki transportasi umum, tentu kalau kita mau beli kendaraan pribadi akan berpikir panjang.
Kenyataannya, transportasi umum disini masih sangat menyedihkan. Sehingga lebih baik punya mobil atau motor pribadi untuk bepergian selain untuk gengsi. Dan setinggi apapun harga kendaraan bermotor, nyatanya masih saja laku sebab memang dibutuhkan.
Andaikata anggaran subsidi BBM dibuat untuk pendidikan dan kesehatan gratis, tentu rakyat Indonesia tidak bodoh-bodoh dan sehat berpikir.
Kenyataannya biaya sekolah dan berobat disini setinggi langit. Sehingga yang boleh pintar dan sehat badannya hanya famili orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi, atau yang punya peluang untuk ngentit duit. Supaya kalau sudah pintar dan kesehatannya terjaga, mereka bisa meneruskan ilmu korup yang diturunkan orang tuanya.
Andaikata subsidi BBM dialihkan untuk menurunkan harga bahan pokok, tentu tidak ada yang berteriak di jalan-jalan berebut sepiring nasi dan sambal.
Kenyataannya harga beras masih mahal, minyak goreng juga mahal, padahal tanah ini subur untuk ditanami padi maupun kelapa sawit. Sehingga lebih baik jadi maling daripada ndak bisa makan. Atau meramaikan setiap perempatan jalan untuk memantapkan profesi sebagai pengemis profesional.
Andaikata tambang-tambang yang ada di bumi pertiwi ini dikuasai dan dikelola oleh bangsa ini, tentu kita semua akan senang dan tidak ada amarah didalam dada.
Kenyataannya sebagian besar tambang yang diberikan Tuhan pada bangsa ini, diberikan cuma-cuma pada bangsa asing untuk dikelola dan dikeruk habis-habisan. Kita cuma sekedar jadi jongos atau satpam mereka yang digaji bulanan jauh dari keuntungan yang didapat. Bukankah pada saat harga minyak dunia naik, semestinya bangsa ini untung besar sebab kita juga punya minyak. Dan lucunya, kita masih saja bangga mengemis hutang pada bangsa yang menginjak-injak tanah ini.
Andaikata para pemimpin tidak mudah mengumbar janji dan senyumnya, tentu mereka sudah dielu-elukan dan disanjung setinggi bintang oleh rakyatnya.
Kenyatannya sekarang foto mereka dicoret-coret dan dibakar di jalanan. Bukti bahwa kebijakan pemimpin ini semakin meresahkan, dan apakah kebijakan yang mereka terapkan hanya untuk kepentingan kantongnya saja?. Dan apakah ini semakin menguatkan anggapan kita bahwa mereka semua adalah kumpulan penipu?.
Negriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negriku... 'Ngeriku'
(Iwan Fals - Ngeriku - 2004)
Dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas dicabutnya subsidi BBM adalah ladang baru untuk korupsi. Lihat saja, banyak orang kaya baru di negeri para penipu ini. Sebuah tindakan yang aneh. Memberi ikan pada orang kelaparan, bukan memberi pancing agar bisa cari makan seterusnya. Kadang kita tidak memahami jalan pikiran pengelola negeri ini yang semakin lama semakin aneh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar