Sabtu, 14 Agustus 2010

Dan mereka masih tetap tertawa

Ketika Soekarno bermimpi menjadi Tuhan
Ketika Soeharto sibuk mengoleksi harta
Ketika Habibie tidak diakui kejeniusannya
Ketika Gus Dur semakin aneh
Ketika Megawati mengobral tangisannya
Ketika SBY pandai mengumbar senyum

Saat mereka lupa pada sang pencipta
Saat kebebasan mengalahkan logika
Saat setan dan iblis menjadi panutan
Saat agama hanya sebagai simbol
Saat ayat-ayat suci dianggap koleksi
Saat nabi-nabi disejajarkan dengan artis

Lihatlah air mata nyatanya sudah menjadi telaga
Lihatlah darah bermilyar galon membanjiri lautan
Lihatlah selongsong pelurumu jadi mainan anak-anak
Lihatlah rona muka kebencian pada wajah bayi-bayi ku
Lihatlah benih-benih yang takut dilahirkan
Lihatlah pengecut yang bersembunyi dibalik jas berkancing emas

Belum cukupkah bencana yang kita rasakan
Belum cukupkah nyawa yang terbang melayang
Belum cukupkah air mata yang kita siramkan
Belum cukupkah darah yang kita buang
Belum cukupkah nasehat yang diberikan
Belum cukupkah kerakusanmu

Maka banggalah pada dosa-dosa
Maka agungkanlah para pemimpin yang serakah
Maka nikmatilah kesengsaraan bangsa ini
Maka rasakanlah kepedihan hidup ini
Maka berlindunglah dalam buaian kaum kapitalis
Maka nantikanlah hari pembalasan yang abadi

Dan kita hanya bisa menangis
Dan kita hanya bisa bersedih
Dan kita hanya bisa mengeluh
Dan kita hanya bisa merintih
Dan kita hanya bisa kehilangan
Dan kita hanya bisa berdoa
Dan mereka masih tetap tertawa
Hua Ha Ha Ha Ha

Tidak ada komentar: