Bulan-bulan terakhir diisi dengan sejuta kegelisahan. Pikiranku berputar kesana kemari terbuai dalam kebimbangan yang tak berujung. Hari-hari begitu sepi tak tau harus berbuat apa. Aku cukup berdiam didepan layar redup yang tak jelas maknanya. Kawan datang dan pergi silih berganti sesekali menemani malam-malam yang tak lagi dingin. Aaah... mengeluh sering singgah dan merobek lamunanku.
Siapa sahabat siapa musuh sudah tak kutemukan perbedaannya. Dimana kalian disaat aku terpuruk tak berdaya. Kenapa kau datang hanya disaat aku dipuncak kebahagiaan. Sahabatku ternyata hanya tinggal tulisan sedih yang melelehkan air mata di pelataran berdebu.
Aku merasa hanya rangkaian huruf berbentuk nama di belantara buas kesombongan. Aku merasa tak mendapat sesuatu sebagai pedoman jalan gelap kegelisahan ini. Aku tak tau harus memilih jalan yang mana saat dipersimpangan. Dan sekitarku tak ada yang peduli semua sibuk dengan kepalsuan yang terus memberontak.
Yang saat ini tersisa hanyalah bayangan raksasa itu dibelakangku. Dia selalu mengikuti kemanapun aku berada. Menjemukan, membosankan... tapi aku tak bisa melepaskan. Namun semua telah terjadi. Bayangan itu telah menyatu dan terus menghantui hari-hariku. Memuakkan, namun tak bisa aku muntahkan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar