Jumat, 30 Juli 2010

Wakil Rakyat Masuk Rumah Sakit Jiwa

Tadi baca-baca detik.com nemu berita dengan judul yang menarik "Stres, Anggota DPRD Masuk RS Jiwa". Wah?. Wakil rakyat yang terhormat ini dirawat selama dua minggu di RSJ Menur Surabaya.

Wakil Rakyat ini yang dipilih oleh rakyat dan gajinya juga dibayari oleh rakyat ternyata statusnya adalah tersangka korupsi. Yang dikorupsi adalah dana pengadaan eskalator di Pasar Turi Surabaya. Kasus lama yang sampai sekarang juga ndak jelas endingnya. 

Kalau coba gue inget-inget, kasus ini adalah sebagai berikut, pemerintah kota Surabaya memesan eskalator dengan spek tertentu, tapi yang datang dan dipasang ternyata speknya lain, jauh lebih rendah dari yang dibeli, dan sudah pasti harganya lebih murah. Tapi ternyata dana yang diminta adalah sebesar harga spek pertama yang dipesan. Lalu kemana selisih uang yang ada?.. nggak tau? Masuk kantong-kantong mereka sendiri mungkin. Padahal uang itu adalah uang rakyat lho.

Walaupun kasus ini belum ada kejelasan sampai sekarang (sudah berbulan2), yang pasti kalau maling ya tetap maling mau pejabat atau gembel. Dan nanti pasti dapet balesannya entah didunia ini atau di akherat. Balesan itu berupa apa saja, bisa jadi seperti kisah diatas. Berharap semua adalah peringatan agar dia dan yang lainnya sadar untuk semua tindakannya yang merugikan rakyat.

Dan satu pertanyaan usang, "masih beginikah kualitas wakil rakyat yang kita pilih?".

"Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur sambil ngentit duit rakyat...!"

Senin, 26 Juli 2010

Selamat Datang Ramadhan

Alhamdulillah,
Bulan yang ditunggu-tunggu itu datang lagi.
Alhamdulillah,
Insya Allah bila kita masih diberi umur, akan kembali bertemu dengan bulan yang penuh rahmat ini 2 minggu lagi
Carilah pahala sebanyak-banyaknya, sebab belum tentu kelak kita akan bertemu lagi dengan bulan penuh barokah ini....

Saya mohon maaf untuk semua kesalahan yang bagi kalian mungkin terasa disengaja atau yang lepas dari kesadaran saya. Mohon maaf untuk semua kawan disini baik yang belum pernah bertemu dengan saya sesungguhnya atau yang sering bertemu didunia nyata.

Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan yang suci ini dengan hati yang suci pula... Dan Insya Allah kita semua nanti kembali menjadi manusia yang berjiwa baru di hari kemenangan, bukan sekedar berbaju baru.

Doaku untuk negeri ini..

Semoga ALLAH SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahNYA kepada orang-orang yang selalu berjuang dijalanNYA.

Semoga ALLAH SWT menjauhkan adzab bagi negeri ini yang masih banyak manusianya yang lebih mendewakan secuil gemerlap dunia.

Semoga ALLAH SWT tidak melaknat tanah ini dimana tempat kaum-kaum yang lebih mementingkan kekuasaan manusia dibanding kekuasaanNYA.

Semoga ALLAH SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita yang berani menentang ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.

Semoga ALLAH SWT terus menunjukkan kekuasaanNYA agar menyadarkan dan membuka mata dan hati orang-orang di tanah ini yang masih menganggap setan adalah panutan yang keren dan modern.

Amiiin.

Bunga

Sepanjang masa
Dimana tanah dijejak
Disitu kalian berpijak
Tidak hanya awal kelahiran
Juga meliputi akhir hidup
Sebab,
Bukan hanya mata
Tapi juga cinta, harapan dan kesedihan
Kuncupmu bagai balita tertawa
Mekarmu terlihat seperti dara-dara
Layumu pada kepala sang bijak
Menjadi selempang keharuan
Sekaligus kenangan abadi

Kalian bunga,
Sungguh hujan tak sudi reda
Tak pasrah matahari meninggal
Dan tak pernah bosan angin menggauli perawanmu
Biarlah musim jadi penentu
Merah
Hitam
Biru
Juga abu-abu

Kamis, 22 Juli 2010

Memuakan, Namun tak bisa Aku muntahkan.

Bulan-bulan terakhir diisi dengan sejuta kegelisahan. Pikiranku berputar kesana kemari terbuai dalam kebimbangan yang tak berujung. Hari-hari begitu sepi tak tau harus berbuat apa. Aku cukup berdiam didepan layar redup yang tak jelas maknanya. Kawan datang dan pergi silih berganti sesekali menemani malam-malam yang tak lagi dingin. Aaah... mengeluh sering singgah dan merobek lamunanku.

Siapa sahabat siapa musuh sudah tak kutemukan perbedaannya. Dimana kalian disaat aku terpuruk tak berdaya. Kenapa kau datang hanya disaat aku dipuncak kebahagiaan. Sahabatku ternyata hanya tinggal tulisan sedih yang melelehkan air mata di pelataran berdebu.

Aku merasa hanya rangkaian huruf berbentuk nama di belantara buas kesombongan. Aku merasa tak mendapat sesuatu sebagai pedoman jalan gelap kegelisahan ini. Aku tak tau harus memilih jalan yang mana saat dipersimpangan. Dan sekitarku tak ada yang peduli semua sibuk dengan kepalsuan yang terus memberontak.

Yang saat ini tersisa hanyalah bayangan raksasa itu dibelakangku. Dia selalu mengikuti kemanapun aku berada. Menjemukan, membosankan... tapi aku tak bisa melepaskan. Namun semua telah terjadi. Bayangan itu telah menyatu dan terus menghantui hari-hariku. Memuakkan, namun tak bisa aku muntahkan....

Selasa, 13 Juli 2010

Jika Aku Mati Esok Hari

Mengapa kita disini?
Mengapa harus disini?
Kemana kita pergi setelah mati?
Ada apa disana nanti?
Sebagian percaya dan yakin
Sebagian menganggap itu mimpi

Kata mereka hidup begitu singkat
Kata mereka hidup juga terlalu panjang
Kita cuma dapat satu kesempatan
Yang lain merasa mendapat lebih banyak
Aku percaya pada satu berita
Mereka percaya pada banyak cerita

Jika aku mati esok hari
Aku tak tahu apa yang terjadi
Tapi aku selalu percaya pada berita
Hari hariku berusaha tetap berguna
Untuk kamu dan siapa saja
Termasuk untuk yang menjual kehidupan

Mengapa harus takut mati?
Jika itu pasti datang menghampiri
Lebih baik mengumpulkan bekal yang tersisa
Daripada mencaci apa yang terbaca
Dan mengotori kaki dengan dusta
Yang hanya memberatkan langkah-langkah

Mungkin aku tak tahu jawabannya
Mungkin aku tak mengerti kenapa
Aku tak pernah bisa membuktikan
Sebab ku tak pernah mati sebelumnya
Sebab yang mati juga tak pernah cerita
Namun perlahan dan pasti aku menghampirinya

Jika aku mati esok hari
Aku tetap tak tahu apa yang terjadi
Tapi aku selalu percaya pada berita
Kematian adalah kehidupan sesungguhnya
Untuk kamu dan siapa saja
Termasuk yang menjual kehidupan

Yang menangis didepan jenasahku
Yang bersedih didepan jasadku
Yang tertawa diatas kuburku
Yang berpesta untuk kematianku

Jika aku mati esok hari
Jika kita mati esok hari
Mungkinkah disana kita berjumpa?
Sekedar bercanda atau mencaci lagi
Atau menyesali apa yang terjadi
Aku tak pernah tahu, kamu tak pernah tahu

Sabtu, 03 Juli 2010

Negeriku, Negeri Para Penipu

Andaikata subsidi BBM dicabut dan anggarannya dibuat untuk memperbaiki transportasi umum, tentu kalau kita mau beli kendaraan pribadi akan berpikir panjang.
Kenyataannya, transportasi umum disini masih sangat menyedihkan. Sehingga lebih baik punya mobil atau motor pribadi untuk bepergian selain untuk gengsi. Dan setinggi apapun harga kendaraan bermotor, nyatanya masih saja laku sebab memang dibutuhkan.

Andaikata anggaran subsidi BBM dibuat untuk pendidikan dan kesehatan gratis, tentu rakyat Indonesia tidak bodoh-bodoh dan sehat berpikir.
Kenyataannya biaya sekolah dan berobat disini setinggi langit. Sehingga yang boleh pintar dan sehat badannya hanya famili orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi, atau yang punya peluang untuk ngentit duit. Supaya kalau sudah pintar dan kesehatannya terjaga, mereka bisa meneruskan ilmu korup yang diturunkan orang tuanya.

Andaikata subsidi BBM dialihkan untuk menurunkan harga bahan pokok, tentu tidak ada yang berteriak di jalan-jalan berebut sepiring nasi dan sambal.
Kenyataannya harga beras masih mahal, minyak goreng juga mahal, padahal tanah ini subur untuk ditanami padi maupun kelapa sawit. Sehingga lebih baik jadi maling daripada ndak bisa makan. Atau meramaikan setiap perempatan jalan untuk memantapkan profesi sebagai pengemis profesional.

Andaikata tambang-tambang yang ada di bumi pertiwi ini dikuasai dan dikelola oleh bangsa ini, tentu kita semua akan senang dan tidak ada amarah didalam dada.
Kenyataannya sebagian besar tambang yang diberikan Tuhan pada bangsa ini, diberikan cuma-cuma pada bangsa asing untuk dikelola dan dikeruk habis-habisan. Kita cuma sekedar jadi jongos atau satpam mereka yang digaji bulanan jauh dari keuntungan yang didapat. Bukankah pada saat harga minyak dunia naik, semestinya bangsa ini untung besar sebab kita juga punya minyak. Dan lucunya, kita masih saja bangga mengemis hutang pada bangsa yang menginjak-injak tanah ini.

Andaikata para pemimpin tidak mudah mengumbar janji dan senyumnya, tentu mereka sudah dielu-elukan dan disanjung setinggi bintang oleh rakyatnya.
Kenyatannya sekarang foto mereka dicoret-coret dan dibakar di jalanan. Bukti bahwa kebijakan pemimpin ini semakin meresahkan, dan apakah kebijakan yang mereka terapkan hanya untuk kepentingan kantongnya saja?. Dan apakah ini semakin menguatkan anggapan kita bahwa mereka semua adalah kumpulan penipu?.

Negriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negriku... 'Ngeriku'
(Iwan Fals - Ngeriku - 2004)

Dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas dicabutnya subsidi BBM adalah ladang baru untuk korupsi. Lihat saja, banyak orang kaya baru di negeri para penipu ini. Sebuah tindakan yang aneh. Memberi ikan pada orang kelaparan, bukan memberi pancing agar bisa cari makan seterusnya. Kadang kita tidak memahami jalan pikiran pengelola negeri ini yang semakin lama semakin aneh.

Rabu, 30 Juni 2010

Hidup Dengan Misteri

Bulan bulan terakhir ini kita semua disibukkan dengan berbagai peristiwa yang menarik. Menariknya karena di blow up oleh media. Andai tidak dibesar-besarkan, mungkin tidak ada yang peduli dengan yang terjadi.

Mulai pembunuhan oleh seorang pemuda gay dari desa yang menggemparkan. Melakukan mutilasi pada korbannya dan dimasukkan kedalam kopor pakaian. Lalu ditemukan banyak mayat yang dikubur dihalaman rumahnya. Bersambung dengan seorang istri yang membunuh dan memotong-motong mayat suaminya. Yah, rupanya harga pisau semakin murah.

Perlahan berita itu terkikis dengan berita yang bagi sebagian mungkin tak kalah ramainya, UU Pornografi. Ada yang menolak dan ada yang mendukung. Kemudian sebagian membangkang dan mengancam ini dan itu. Debat dimana mana, tapi tetap saja menghasilkan kesimpulan yang mengambang atau diambangkan. Yang pasti UU itu sudah di sahkan. Ya, kita lihat saja nanti apakah akan efektif. Atau harus menunggu ribuan orang ml bersamaan di trotoar jalan, baru UU ini terasa taringnya.

Kemudian tentang seorang lelaki yang menikah resmi dan sah dengan perempuan berusia sekolah. Masalah ini dibuat ramai hingga menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Sayangnya yang kumpul kebo, berzina, oleh sebagian orang malah dianggap lumrah, keren dan modern.

Tak lama kemudian hari-hari kita dipenuhi dengan nama Obama. Seorang keturunan kulit hitam yang berhasil terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Lelaki yang pernah menghirup udara Indonesia pada masa kecilnya untuk sekian tahun, cukup membuat ramai koran dan televisi lokal. Dan semua ikut berbicara, merasa lebih mengenal Obama yang menjadi teman mainnya dahulu. Sampai mantan pengasuhnya di Indonesia bisa masuk TV. Mungkin besok ketua RT nya dulu juga ikut masuk TV.


Apapun yang kita saksikan setiap hari, masuk kedalam rongga kepala kita, meresap kedalam saraf-saraf otak kita, tersimpan dalam memori kita untuk sekian lama. Semua ini terjadi karena media mengangkat topik yang sama. Menancapkan opini ke dada kita semua. Sayangnya topik yang diangkat hanya itu itu saja, yang dianggap menarik penonton dan dibuat untuk menimbulkan kontroversi dan jadi ramai. Lalu menyudutkan satu orang atau kelompok tertentu hanya untuk membuat heboh pemberitaan. Mengapa tidak mengangkat topik tentang pembantaian ribuan wanita dan anak anak di Palestina yang wilayahnya dicaplok oleh zionis yahudi. Atau mengapa yang dikolong kolong jembatan tidak difasilitasi negara untuk mendapat kehidupan yang layak. Faktanya sekarang pemimpin negara ini sibuk mencari muka untuk pemilu nanti. Dan penguasa media lebih mementingkan uang dari pemasang iklan untuk berita yang menguntungkan. Atau tekanan dari pihak tertentu yang selalu berupaya membodohi kita semua.

Begitu bingungnya manusia menghadapi persoalan yang ada. Saking bingungnya hingga tak bisa lagi membedakan kenyataan dan ilusi, susah membedakan fakta dan propaganda. Sebagian menelan mentah mentah omongan media, sebagian membantah ocehan media. Mereka bingung beneran, atau memang sengaja dibuat bingung. Dan yang punya kepentingan dibalik ini semua mungkin sekarang sedang tertawa sambil ongkang ongkang kaki.

Aku berandai-andai saja. Misalnya seluruh manusia yang masih hidup di dunia ini mati bersamaan, lalu mereka bisa melihat apa yang terjadi di alam kubur, apa yang terjadi di hari pembalasan, bagaimana Surga dan Neraka, dan semua itu seperti yang dijanjikan Allah SWT yang tertulis jelas di Al Quran. Kemudian diberi kesempatan hidup lagi di dunia. Tentu…

Minggu, 06 Juni 2010

Syukurin Lo!

Almarhum adik dari Nenek gue (buset susah banget ya nyebutnya ☺) punya line yang lucu kalo ada orang mengeluh ke dia.
Misalnya ada yang ngeluh:
“Aduh pusing banget kepalaku…”
Dia pasti akan menjawab:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kepala…”

Agak nyebelin emang.
Namanya juga orang berkeluh kesah, tentu tujuannya either pengen didengerin atau diberi empati-- bagus-bagus kalo dikasihnya solusi.

Bayangin kan kalo lo abis nabrakin motor lo.
Terus lo digituin:
“Beruntung, berarti kamu masih punya motor”

Tapi jangan salah.
Sebenernya maksud beliau cukup simpel kok.
Filosofi orang Kampung, yang selalu “untung”.
“shit happens di kehidupan. Tapi jangan lupa bersyukur”

Coba bayangin itu dilontarkan pas elo lagi ngedumel soal makanan kurang enak yang lo makan.
Yap.
Kadang itu yang terjadi di kehidupan sehari-hari kita.
Padahal masih banyak orang di sekitar kita yang gak seberuntung kita bisa makan 3x sehari.

Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya Syamsul Nursalim, Artalitha Suryani, Untung Udji Santoso, Urip Tri Gunawan, dan Wisnu Subrata di kasus penyuapan jaksa?

Tapi apa iya kita harus mensyukuri karena punya seorang selebriti mutilator bernama Ryan?

Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya ketua PSSI yang terpidana, gak mau turun dan bikin PSSI mau dibekuin FIFA, dan nekat bikin Liga Super Indonesia yang memang makin SUPER amburadulnya?

Tapi apa iya kita harus mensyukuri punya pimpinan negara yang gampang bimbang kalo suruh ngambil keputusan sulit kayak kasus Ahmadiyah atau kasus Bank Century?

Mungkin memang buat kita yang bodoh ini lebih gampang mensyukuri hal-hal yang jelas-jelas positif. Tapi paling tidak gue mulai belajar untuk bisa mensyukuri kejadian yang kurang menyenangkan.


Contohnya, saat gue mengeluh gak sempet2 nulis di blog sampe hampir 1 bulan.
Dan seseorang bilang:
“Beruntunglah. Berarti kamu masih punya kesibukan lain”

Sabtu, 15 Mei 2010

METAMORPHED (selamat tahun baru yang tak pernah terlambat )

Angka di kalendar itu terasa berdetik bak jam dinding.
Sesaat nafasku sesak menyadari waktuku tinggal sedikit.
Hhhhhhh…..

Pandanganku menerawang,
Entah mencoba dengan sia-sia melihat ke masa depan,
atau sekadar menonton tayangan yang telah lalu di benak sendiri.

Seorang manusia, setiap hari selalu mengambil langkah, coba mencapai tujuannya
meskipun tak pernah tahu apakah akan sampai atau tidak
Dimulai dari langkah pertama yang ia ambil
manusia tak akan pernah berhenti coba mencapai tujuannya.

Padahal kita tahu, satu-satunya yang pasti di langkah manusia adalah ketidakpastian.
Oleh karena itulah manusia memiliki harapan.
Sebuah abstraksi yang diciptakan sendiri demi mempertahankan ayunan langkah.
Yang selalu diinginkan untuk lebih baik dibanding yang sebelumnya.

Mungkin itu sebabnya setiap manusia mengambil momen-momen tertentu untuk menggantungkannya.
Momen seperti tahun baru.
Kebanyakan orang menggantungkannya di tgl 1 Januari.
Saudara-saudara kita yang keturunan Cina di tgl,14 February.
Saudara-saudara kita beragama Islam di tgl.7 Desember.
Terserah.
Setiap orang punya kebebasan memilih momennya.

Termasuk diriku.
Kebetulan saja aku memilih tanggal 16 Mei 2010, sebagai tahun baruku.
Sebagai momen untuk menggantung harapan setinggi langit,
yang akan menerangi langkahku beberapa waktu ke depan
yang akan mengiringiku demi mencoba mencapai tujuan
yang semoga menjadi lebih baik daripada sekarang.

Selamat tahun baru teman-teman.
Have a nice METAMORPH
Tolong doakan aku semoga ber-METAMORPHOSHEQUE…

Senin, 03 Mei 2010

Hipnotis

Ngeliat Uya Kuya dan Romi Rafael ngehipnotis orang
dan nyuruh orang itu berbuat tolol
miris banget rasanya
kok ya tega-teganya bikin acara TV kayak begitu
ngggoblok-goblokin dan jadiin bahan ketawaan seindonesia
ngeraup untung dari kemaluan orang lain

Yang lebih miris lagi adalah saat menyadari
kayak begitulah tololnya kita saat dihipnotis

Gak perlu seorang Uya Kuya dan Romi Rafael
cukup selembar Bung Karno dan Hatta
atau sehelai WR Soepratman
kadang kita bisa-bisanya dihipnotis

Persis plek ketiplek
kita dipermalukan
dianggep gak punya moral
gak punya martabat
jual diri
kayak pelacur mahakam
kayak Evie Juling sang urban legend 80-an

Dan sebentar lagi kita bakal menuai
hasil hipnotis baru
tanpa Romi Rafael
tanpa Uya Kuya
tanpa Soekarno-Hatta
tanpa W.R. Soepratman

Cukup seuntai senyuman jendral

Layaknya senyuman jendral di awal 60-an
yang nggotong kita ke swasembada palsu
ke masa kebebasan yang bertanggung jawab
(siape yang bebas, siape yang tanggung jawab??)
ke dalem ekonomi kekeluargaan
(keluarga siapeee!!??? >-< )
ke dalem era warna dunia hijau - kuning
(dunia hitam kaleeeeeeeeee!!)
ke saat harga-harga DISESUAIKAN
(dinaikin, goblokkkkkkkk!!!!)

selama 3 dasawarsa

Kisah hitam yang terlupakan
kisah klasik yang meromantis lagi
kisah hipnotis yang tersamarkan
dan itu semua pilihanmu
duhai bangsa pemaaf

Selamat datang hipnotis baru...

Kamis, 29 April 2010

KOMPROMI

Sebuah pertengkaran,
biasanya kalo ngelibatin suami dan istri, bisa karena suaminya tiap hari pulang malem dan weekend tetep ngantor.
Atau karena istrinya memang kurang pengertian dengan kerja keras suaminya banting tulang.

Kalo ngelibatin cowok dan cewek yang lagi pacaran,
mungkin karena cowoknya mabuk2an ampe pagi tumbang ditraktir klien gak kontek2 sampe jam 5 pagi,
atau karena si cewek sibuk lembur mulu ngerjain conflicting brand cowoknya.

Kalo ngelibatin boss dan bawahannya, bisa karena si boss dirasain terlalu nggenjot waktu kerjanya.
atau karena si bawahan gak punya manajemen time yang bagus.

Kalo dua orang temen baik?
"Elo kan temen lama gue kok nggak ngerti mau gue sih!!?"
atau
"Justru elo yang sebagai temen lama kok masalah gini aja marah!!"

Pertengkaran adalah moment of truth dalam sebuah hubungan.
Batas antara bencana atau kabar baik.

Manajemen pertengkaran adalah manajemen yang paling sulit dipelajari.
Manajemen perusahaan atau manajemen keuangan mah kagak ada apa2nya!!
Karena yang dilibatkan bukan cuma rasio dan intelektualitas.
Tapi juga air mata, makian, darah, dan doa.

Di saat alam mengenal sore di antara siang dan malam,
juga fajar di antara malam dan pagi
(atau justru siang di antara pagi dan sore -- malam di antara sore dan fajar!!??)
hangat di antara panas dan dingin,
pantai di antara darat dan laut,

di saat yang sama ibu-ibu mengenal AA Gatot dan Elsa Syarief di antara Adjie dan Reza,
rakyat mengenal kompensasi pendidikan dan kesehatan di antara subsidi BBM dan beban BBM,
dan ekonom mengenal Break Event Point di antara profit dan loss.

Tapi mengapa betapa sulitnya manusia mengenal kompromi di antara dua kutub ego?

Tanyakan pada rumput bergoyang yang ada di antara tanah dan langit....

Senin, 19 April 2010

WHAT INDONESIAN PEOPLE NEED FOR THE NEXT 5 YEARS?

Apa yang bisa diharapkan dari para presiden-presiden yang maju dengan percaya diri mengharapkan kemenangan melalui ajang pemilihan Presiden se-Indonesia? Kenapa bisa kita percaya begitu saja kata-kata mereka? Apa mungkin lihat muka yang eksotik dengan hiasan lingkaran hitam di sudut bawah dagu? Atau mungkin lihat gelar sebagai pemimpin di provinsi tempat kelahirannya yang menyebabkan darahnya disebut biru? Atau mungkin juga karena kebetulan visinya yang begitu perhatian dengan rakyat kecil yang selama ini teriak-teriak minta dimakmuri? Ataauuu... Karena alasan simpel dan tanpa repot yang bertema ,’Lanjutkan!’?

Kerja siapapun pasti bagus asal benar dan jujur. Asal para “kaki-kaki”nya juga ikutan benar dan jujur seperti atasannya. Liburan kemarin gue main ke kampung teman gue. Malu kalau disebut. Nanti ketahuan bobrok milik siapa, dan ketahuan dimana bisa ditemukan kebobrokan tersebut.

Ada banyak promosi-promosi partai dan para calon legislatif yang mendekorasi jalanan dan membuat pemandangan menjadi tidak seperti yang turis-turis inginkan saat mereka menghabiskan duitnya untuk pergi ke kampung teman gue itu.

Di suatu pertigaan, billboard besar terpampang dengan gagahnya. Oh, bagus ini. Strategis. Gue lihat ke arah gambarnya. Ups, kenapa di kupingnya ada hiasan perempuan? Yang sama sekali tidak membuat ia tampak ganteng, tidak membuat ia terlihat dapat dipercaya untuk menjadi bagian dari lembaga legislatif, dan tidak. Tidak, dia bukan perempuan. Tapi iya. Iya, dia terlihat seperti preman desa.

Ok, tidak masalah... Selagi Charlie ST12 juga pakai anting-anting, gue rasa bolehlah ini disebut sebagai ikutan tren.

Di jalan berikutnya di hari berikutnya, gue makan di suatu tempat makan lesehan. Mmm... sebenarnya disebut lesehan juga tidak tepat berhubung warung ini buka di tempat parkiran toko yang sudah tutup, dan gue, juga para pembeli yang lainnya, mau tidak mau-suka tidak suka, duduk di parkiran tersebut beralaskan tikar.

Menunggu makanan, gue melihat-lihat spanduk dan billboard untuk kali kedua. Ow, kali ini ada yang jumlah fotonya 3. Yang satu foto Pak Capres wakil dari partainya, yang satu lagi foto dia, dan satu lagi gue juga kurang tau itu foto ibunya siapa. Yah, mungkin itu ibunya. Dia sayang ibu. Baguslah. Hormati ibu, berarti hormati rakyat juga.

Di hari berikutnya lagi, di sudut jalan yang berbeda, gue melihat poster. Hmm... Ini rupa-rupanya seperti poster iklan untuk promosi tempat main billiard baru. Kebetulan gue mau ajak teman-teman gue main billiard. Eh, setelah gue baca dan gue sadar-sadarkan diri. Ini ternyata foto caleg. Bingungnya gue, kenapa dia harus pose sambil main billiard? Oh, mungkinlah jikalau ia menang nanti, kita yang dukung dia bisa ditraktirnya main billiard. Bolehlah, gue contreng dia nanti.

Entah di hari ke berapa gue bersenang-senang, gue terusik lagi dengan gambar-gambar caleg itu. Untung kali ini terusik yang bisa bikin gue ketawa lebar. Biasanya di dalam promosi caleg itu, ada foto si caleg dan si capres. Tapi yang ini kok beda?
Ini foto si caleg dan si Ronaldo. Iya, Christiano Ronaldo. Yang pria pasti tau siapa dia, karena seringnya nonton sepak bola. Yang perempuan juga pasti tau siapa dia, saking keseringan diajakin pacarnya nonton sepak bola.

Apalah maksud caleg satu ini. Gue tidak tau dan tidak yakin apa mungkin capresnya telah melakukan koalisi dengan Ronaldo demi menjaring supporter, gue benar-benar tidak tau.

Weleh, kali ini gue terusik lagi. Karena yah, apalagi kalau bukan billboard caleg? Caleg satu ini berpose berduaan sama ayamnya. Mungkin dia penjual ayam. Oh, tidak apa-apa kalau benar alasannya karena itu. Tapi bagaimana kalau karena hobinya yang doyan mengadu ayam?

Rakyat mau dikasih makan apa? Sementara dia sibuk kasih makan ayamnya dan cari strategi supaya ayamnya menang adu ayam. Wah, ini kejahatan. Tapi mau bilang apa?

Hari-hari gue selanjutnya masih normal dan seharusnya akan tetap normal jika teman gue tidak bercerita tentang mantan bapak kost-nya yang ikutan jadi caleg. Duh, kenapa gue harus tau ini semua?
Dengar-dengar bapak satu ini doyan judi. Gue kurang jelas judi jenis apa. Tapi gue yakin dosanya tetap sama. Nah, ketika si bapak ini kehabisan uang karena kalah judi, dia pergi ke kost-kostan miliknya untuk menagih uang sewa. Meskipun masih jauh hari yang disepakati untuk melakukan pembayaran, dia tidak peduli. Ini yang membuat beberapa penghuni kesal dan termasuk pula teman gue yang satu itu. Mungkin karena itu juga dia berhenti nge-kost disana.
Hebatnya, dia dipilih menjadi caleg. Hallo? Apa ada akal sehat di kepala anda? Gue ingin bicara dengan akal sehat anda.

Memikirkan betapa rusaknya pemilihan caleg ini membuat gue mudah saja untuk bergabung dengan para golputer. Bagaimana tidak? Gue tidak akan menyerahkan negeri gue ini untuk diobrak-abrik oleh orang-orang seperti mereka. Kenapa? Mereka mau marah ke gue? Marah saja, toh gue tidak peduli. Sama seperti mereka tidak peduli terhadap negara gue.

*Fin

Rabu, 14 April 2010

Koja

Sebelum petang datang 14 april 2010 koja meraung
lemparan batu dan desingan peluru

darah memanggil hujan
membilas muka dari luka

batu melawan peluru
darah menetap di batu

luka baru



14April2010

Selasa, 06 April 2010

Hargaku Harganya

Pertama kali denger ada taneman harganya puluhan bahkan ratusan juta komentar gue adalah:

“BUSET DAH! Emang tuh taneman berbuah mobil, apa gimana siyh !!!???”

Masalahnya kalo itu taneman langka kayak Rafflesia yg cuman tinggal beberapa biji di dunia sih, masih masuk di akal gue.
Tapi ini enggak.
Bwanyakkkk bangettt!
Mending bagus lagi bentuknya. >:-(

Yap.
Yang gue omongin memang sang ANTHURIUM yg waktu itu emang lagi jadi buah bibir.
Setelah era kejayaan Aglonema dan Addenium, taneman ini tiba-tiba jadi primadona baru. Bahkan —konon (mau dibalik terserah, Dik! ;P )—ada yang tembus di harga 1 M!

Gak kurang Kompas di dua edisi Minggunya berturut2 ngeliput khusus soal Anthurium.
Tiba-tiba majalah-majalah khusus taneman bermunculan.
Tiba-tiba majalah Trubus diburu bak majalah Playboy!
Tiba-tiba TOKET Andhara Early kalah seksi dibanding TONGKOL Jemanii Anthurium.

Tiba-tiba KISAH CINTA Maia Ahmad (iye iye sekarang namanya Maya Estianty!) kalah seru sama GELOMBANG CINTA Anthurium.

(FYI: Jemanii & Gelombang Cinta adalah salah dua dari sekian nama jenis Anthurium yang populer)

Jenis maling terpopulerpun berubah: Maling Taneman!
Udah gak jaman lagi CURANMOR, yang ngetrend sekarang CURHATAN (Pencurian Hasil Tanaman—halah!)

Semua gara-gara Anthurium!

Tapi ngomongin soal harga gila-gilaan di sebuah hal yang sifatnya hobby sebenernya bukan barang baru.
Burung Bekisar, ikan Arwana, pernah mengalami era keemasan jadi primadona yang diuber-uber.

Membandingkan harga sebuah taneman atau hewan yang harganya sebanding dengan mercedes keluaran terbaru, memang nyaris gak masuk di akal gue.
Tapi seorang temen gue tiba-tiba protes:

“Yah gak usah heran dong, Her. Mobil kan bikinan manusia! Sementara taneman dan hewan kan ciptaan Tuhan….”

Monyet.
Bener juga ya…

Seduniawi itu kah pola pikir gue?
Sehingga memberhalakan barang dan menganggap barang harusnya lebih mahal daripada makhluk hidup.
Eits…
Jangan salahin gue dong.
Salahin sekitar gue juga yang ngebentuk pola pikir gue.

Kemaren nonton TV ada bayi dijual cuman seharga 15 juta . Mobil bekas tahun 90-an aja harganya masih 2x lipetnya kaleeee.
Nyawa orang dewasa cuman dihargain lima ribu perak. Rebutan duit segitu, ampe bacok2an? Banyak beneuuurrrr kasusnya!!
Belum lagi ngomong “nyawa” ratusan keluarga yang dihargai nol rupiah sama Lapindo.
Atau nyawa orang-orang tua dan miskin yang melayang gara-gara keinjek2 pas antri bantuan langsung tunai alias BLT (ngomong-ngomong apa kabar nih BLT ya? BBM gak turun tapi BLT nya kok lenyap??? Katanya dulu pengalihan subsidi BBM!!!!??)

Tapi temen gue juga langsung motong:

“Ah gak usah belaga bego deh lo…. sok pola pikirnya dipola jadi lebih menghargai barang segala! Buktinya elo minta gaji lo naik mulu….Harga seorang Herry kan harga sebuah makhluk hidup bukan?”

Monyet.

---


Dibuai mimpi-mimpi
menggoda mereka
jangankan cari surga dunia
neraka duniapun ada

- Lenggang Lenggok Jakarta ~ A. Meriem Matalatta (1986)

Senin, 05 April 2010

Membaca Wajah

aku membaca wajahku dalam secangkir kopi hangat
terlalu muda untuk bercerita tentang masa muda
sungguh, tak bisa kubaca masa muda saat itu

yang terbaca hanya mimik kuyu
sayu termakan waktu
sederet masa lalu