Senin, 11 Januari 2010

Dalam Rumah Dalam Penjara Tiada Beda

Ini memang rahasia umum, semua tahu. Sering terekspose lalu tenggelam dan sekarang terekspose lagi dan rasanya semakin dibesar-besarkan karena suasana politik yang memanas. Penonton senang, media juga senang.

Bandit kaya meski dipenjara tapi hidupnya bebas. Maling kelas coro, kalau dipenjara benar-benar tersiksa. Tuh lihat, koruptor kelas kakap... memang dia ketangkep basah dan dipenjara. Tapi kondisi selnya seperti hotel bintang lima. Ada lagi anak jendral yang terbukti merencanakan pembunuhan, tapi dia bebas pergi kemana-mana dan dapat potongan masa tahanan bertahun-tahun dari hukuman yang dijatuhkan.

Jadi ingat lagunya Iwan Fals di tahun 80-an yang berjudul 3 Bulan... Tahun segitu Iwan Fals sudah berani menyindir kondisi peradilan disini. Salah satu kalimat dalam lirik lagu itu 'dalam rumah dalam penjara tiada beda' seperti membuktikan pada masa itu kondisi penjara untuk orang kaya/orang kuat memang sudah di istimewakan.

Dan sekarang? semakin terbukti kan?... Ternyata uang tetap segalanya..
Jangan-jangan para koruptor atau bandit kaya itu kalau masuk neraka masih berpikiran bisa menyuap malaikat penjaga Neraka ya? Mungkin mereka berpikiran mental penjaga Neraka seperti mental penegak keadilan di negeri ini yang haus dan rakus dengan fulus.

Syafiq Baktir
iwanfalsmania.blogspot.com
---------------
Tiga Bulan
Iwan Fals

Tiga bulan lamanya kau dalam penjara
Teman
Seratus butir telur ayam di pasar
Hilang engkau ganyang

Palu keras bapak hakim berbunyi tegas
Terbayang
Bibir sumbing gigi rompal dapat kupastikan
Malah engkau tawan

Tiga bulan lamanya kah tuan ditahan
Nikmat benar
Seratus juta uang negara terbang melayang
Masuk kantong tuan

Palu kayu bapak hakim berbunyi pelan
Terdengar sumbang
Dalam rumah dalam penjara tiada beda
Coba bayangkan teman

Dalam rumah dalam penjara tiada beda
Coba bayangkan teman

---------------

Tidak ada komentar: