Aku tanya siang mengapa kau terang?
Dia tetap diam membisu
Lalu ku pergi berjalan di teriknya matahari
Kurasa telapak kaki basah berkeringat
Kurasa sebagian kulit perih terbakar
Kurasa pupil mata ini mengecil silau
Kudiam dibawah rindang pohon
Tak terasa matahari sudah tenggelam
Kupandang langit perkasa diatas
Warnanya merah menyala
Tak seberapa lama gelap menerjang
Malam telah datang bersahutan ribuan kelelawar
Aku sendiri dibawah pohon ini berselimut jutaan bintang
Kepiting yang berbaris memandang penuh curiga
Aku tanya malam kenapa kau gelap?
Dan dia juga membisu
Mulutku terbuka tanpa suara
Terdiam
Terpukau
Terpesona
Dan perlahan hati ini berkata....
Aku malu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar