Seorang teman ngomentarin keparnoan gue gara-gara ngeliat di berita tentang anak umur 6 tahun yang jatoh 4 lantai ke bawah di ITC Mega Grosir—ada rekaman CCTV-nya pula!!
Kata temen gue:
“Semua orang harus udah siap ngadepin kematian dirinya maupun kematian keluarganya, toh someday semua orang pasti ngadepin itu. Itu juga yang saya ajarkan ke anak2 saya dari sekarang, kalo-kalo someday mereka harus kehilangan saya”
Exact wordsnya yang temen gue omongin, gue lupa sih, tapi kira2 “something like that” lah.
Salut banget.
Boro-boro ngajarin orang lain, nyiapin diri aja kadang-kadang gue sulit.
Boro-boro nyiapin soal kematian, soal yang lebih remeh aja kadang gue gak sanggup.
Di minggu yang sama, seorang sahabat gue baru kehilangan Bapaknya.
Beliau terserang stroke, dan dalam dua minggu kondisinya terus ngedrop dan akhirnya meninggal. Padahal sebelum-sebelumnya beliau sehat-sehat aja.
“Kaget juga sih, Her”
“Iyalah, Win…mana ada sih orang yang siap ngadepin kayak begini…”
Betul, saat ngucapin itu gue gak mikir apa-apa, kecuali memang berniat membesarkan hati seorang sobat.
Tapi abis itu gue mikir juga, terus kapan ya orang itu bisa siap?
Siap untuk kejadian apapun, lho ya…bukan cuman kematian.
(Tapi emang biasanya orang lebih gak siap menghadapi kejadian yang sifatnya “negatif”--perlu tanda petik untuk pre-emptive adanya debat soal value negatif dan positif he he )
Terus apa dong yang bisa bikin kita siap?
Apakah dengan tauk bahwa sebuah kejadian PASTI akan TERJADI, maka kita harus udah siap, seperti kata temen gue di awal tulisan?
Kadang pas lagi bawa motor, gue suka gak SIAP berhadapan dengan angkot nyelonong tiba tiba nyalip belok kiri-- meski gue dah tau yang kayak gini PASTI TERJADI, karena para sopir angkot itu pada buta rambu lalu lintas!
Kadang gue masih suka gak SIAP ngeliat timnas PSSI ditekuk sama timnas negara lain, padahal itu udah jadi kisah klasik yang PASTI TERJADI di sebuah timnas yang diketuai sama mantan koruptor dan ketua Komisi Disiplinnya ditengarai terima suap!
Kadang gue masih suka gak SIAP kalo ada tagihan dateng, padahal udah jelas itu PASTI TERJADI lha wong namanya aja tagihan bulanan!
Kadang gue masih suka gak SIAP liat rakyat diinjek-injek, didzolimi, ditembak, padahal di negara yang kata guru gue jaman SD adalah negara hukum ini, kejadian kayak gini PASTI TERJADI sehari-hari!
Kadang gue masih suka gak SIAP liat bajingan-bajingan yang dulu bersimbah darah rakyat, sekarang tampil kembali jadi pemimpin-pemimpin alim siap nggerogoti negeri lagi, padahal jelas-jelas itu PASTI TERJADI dari generasi ke generasi!
Makanya gak habis kekaguman gue sama orang-orang yang siap dengan the worst scenario dari kehidupan,
dan bahkan membalikkannya jadi happy ending…
* Dedicated to Sandy & Rara; Peradaban manusia mencintai kalian….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar