dulu dalam hati ini ada cinta
sebesar gajah lampung, terbirit menuju kampung
menangisi hutan sekarat, mati kami
hati kami tak ada cinta lagi, terjual
jadi kursi dan teka teki
cinta kami telah terganti, dendam dan sakit hati
jalan kampung tak beraspal, listrik selalu padam
kepada dada siapa kami bersandar
hingga kasur jadi tanah
menuai mimpi kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar