Rabu, 10 Februari 2010

Waktu


Cepat sekali seperti baru saja terjadi. Seperti baru kemarin bermain dengan teman2 kecil, sekarang sudah umur berkepala dua. Rasanya baru tadi sore aku bercanda dengan anak tetanggaku yang masih TK, ternyata sekarang dia sudah dewasa.

Seperti baru kemarin uang lima ribu bisa dapat sebungkus rokok, nyatanya sekarang berharga tiga kali lipatnya. Yaa.. seperti baru minggu lalu aku lihat dia hidup pas-pasan utang sana sini, tadi kujumpai dia sudah dianter sopir kesana kemari dengan sedan eropa terbaru.

Waktu cepat berlalu dan ndak mungkin bisa di 'pause' atau di 'rewind'. Sekarang aku mengetik disini dengan perasaan gamang. Mungkin tiga tahun kedepan kalau umurku masih ada, saat kubaca ulang tulisan ini, aku dalam keadaan yang berbeda. Dan perjalanan menuju tiga tahun kedepan itu mungkin hanya terasa seperti 3 jam atau 3 menit atau bahkan 3 detik.

Hai waktu... sudahkah aku manfaatkan dengan baik?.. pertanyaan yang terus melintas tak beraturan dipikiranku... dan mungkin juga dipikiran kalian...

Jumat, 05 Februari 2010

Maaf, Aku bukan orang baik

Malam gelap tak berbintang, anginpun tidak berhembus kencang. Pintu itu sudah dibukakan oleh tangan-tangan gempal tak berbulu. Senyum ramah dipaksakan menyambut ayunan langkah kaki. Kerlipan lampu berwarna warni temaram menggantikan indahnya kunang-kunang. Dentuman musik hingar-bingar mendebarkan dada ini, serasa jantung ingin keluar dari rongga tulang iga.

Botol-botol minuman tertata rapi diatas meja, asbak kaca sebesar piring makan masih bersih mengkilap. Lengan halus lemah gemulai siap menggelayut diatas pundak ketika sodoran butiran kecil pahit masuk kedalam mulut yang masih mengepul asap rokok putih. Air mineral yang harganya saat itu hampir sepuluh kali lipat dari biasanya mulai membasahi kerongkongan.

Tak lama terduduk disitu, kaki mulai lemas, telapak tangan seperti membeku. Dentuman musik memaksa kepala bergoyang, rahang menjadi kaku, bahu bergerak kesana kemari, tangan melambai-lambai dan kaki tidak mau terdiam. Enam jam dalam kegaduhan, enam jam dalam kegembiraan, enam jam dalam khayalan, enam jam dalam kebosanan, enam jam dalam kepalsuan.

Pagi menyapa tak terasa diruangan ber-ac namun pengap dan berasap. Disudut sana ada yang tergeletak tak berdaya, diseberang sana ada yang masih bergoyang, didepan ada yang tertidur, dibelakang masih banyak yang kebingungan, dan disini ternyata sudah gelisah berteman bidadari sesaat yang terkapar dalam pelukan Arjuna dalam kepalsuan.

Maaf kawan, aku bukan orang baik. Ini adalah hidupku, hampir setiap hari aku begini. Uang tak mudah dicari, namun mudah sekali melepaskannya. Sampaikan salamku untuk mereka disana. Jangan sampai mereka mengikuti jalanku, jauhilah sudut kota dimana tempat semacam ini menjadi santapan sehari-hari.